Belanja gila-gilaan banyak klub Eropa dipastikan tak akan terjadi lagi di 2012. UEFA baru saja menyetujui sebuah aturan baru bernama "financial fair play" yang akan membatasi belanja klub.Diberitakan Reuters, "financial fair play" resmi disetuji UEFA melalui rapat Komite Eksekutif yang digelar di Nyon, Selasa (15/9/2009) waktu setempat. Wacana membatasi jumlah belanja klub tersebut sebelumnya digagas presiden ororitas sepakbola Eropa, Michel Platini.
Disebutkan kalau dalam aturan yang akan mulai diberlakukan pada tahun 2012 itu setiap klub tak boleh membelanjakan uangnya lebih dari jumlah pendapatan yang diterima. Aturan baru tersebut dibuat demi menghentikan tren pembelian klub oleh miliarder dan pada akhirnya mengubah kondisi keuangan klub bersangkutan.
"Kami tidak ingin membunuh atau menyakiti klub, sebaliknya kami justru ingin membantu mereka di pasar. Kondisi itu adalah dasar dari accounting, tapi itu tak mendasari kehidupan sepakbola dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Platini dalam sambutannya setelah aturan baru tersebut disetujui.
Dilanjutkan Platini, para pemilik klub sebelumnya telah meminta dilakukan perubahann aturan seperti yang akhirnya disahkan hari ini. Sementara itu Deputi Sekretaris Jenderal UEFA menyebut kalau total 50% klub di Benua Biru mengalami kerugian.
"Klub-klub yang berpartisipasi pada turnamen milik kami telah menyetujui tanpa syarat. Kami tak ingin melarang sebuah klub berpartisipasi di turnamen yang kami selenggarakan," sambung legenda hidup sepakbola asal Prancis itu.
Aturan soal pembatasan belanja klub tersebut akan mulai diterapkan pada musim 2012/13, dengan klub yang dianggap gagal menerapkannya bakal didepak keikutsertaannya dari kompetisi di bawah UEFA. Aturan ini berlaku tanpa ampun, termasuk klub yang jadi juara di kompetisi domestiknya.
--Juventini--

